KESELAMATAN & KESEHATAN KERJA UNTUK RUMAH SAKIT

in Health and Safety at Work

KESELAMATAN & KESEHATAN KERJA UNTUK RUMAH SAKIT

Hotel Harris – Tebet, Jakarta  Selatan | 26 s.d 27 Januari  2011 | 08.00 – 16.00 | Rp 3.000.000,- 

 

LATAR BELAKANG

Seiring dengan berkembangnya  dunia kesehatan di Indonesia dan semakin banyaknya pasien yang semakin peduli  dengan keselamatan dan kesehatan kerja,  maka sudah selayaknya jika pekerja di rumahsakit dan fasilitas medis lainnya perlu di perhatikan. Demikian pula penanganan faktor potensi berbahaya yang ada di rumah sakit serta metode pengembangan program keselamatan dan kesehatan kerja disana perlu dilaksanakan, seperti misalnya perlindungan baik terhadap penyakit infeksi maupun non-infeksi, penanganan limbah medis, penggunaan alat pelindung diri dan lain sebagainya. Selain terhadap pekerja di fasilitas medis/klinik maupun rumah sakit, Keselamatan dan Kesehatan Kerja di rumah sakit juga “concern” keselamatan dan hak-hak pasien, yang masuk kedalam program patient safety.

Merujuk kepada peraturan pemerintah berkenaan dengan keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja, pedoman ini juga mengambil dari beberapa sumber “best practices” yang berlaku secara Internasional, seperti National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH), the Centers for Disease Control (CDC), the Occupational Safety and Health Administration (OSHA), the US Environmental Protection Agency (EPA), dan lainnya. Data tahun 1988, 4% pekerja di USA adalah petugas medis. Dari laporan yang dibuat oleh The National Safety Council (NSC), 41% petugas medis mengalami absenteism yang diakibatkan oleh penyakit akibat kerja dan injury, dan angka ini jauh lebih besar dibandingkan dengan sektor industri lainnya. Survei yang dilakukan terhadap 165 laboratorium klinis di Minnesota memperlihatkan bahwa injury yang terbanyak adalah needle sticks injury (63%) diikuti oleh kejadian lain seperti luka dan tergores (21%). Selain itu pekerja di rumah sakit sering mengalami stres, yang merupakan faktor predisposisi untuk mendapatkan kecelakaan. Ketegangan otot dan keseleo merupakan representasi dari low back injury yang banyak didapatkan dikalangan petugas rumah sakit.systems

 

SCOPE PESERTA

Setiap orang yang tertarik dengan permasalahan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Rumah Sakit, Anggota P2K3,  Managers dan supervisors, Dokter dan Petugas medis lainnya, Human resources manager dan lainnya yang bertanggung jawab dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Rumah Sakit.

 

OUTPUT

  • Mampu melakukan identifikasi resiko seperti faktor fisik, kimiawi serta biologis, bekerja di rumah sakit serta fasilitas medis lainnya.
  • Mampu mengembangkan upaya kontrol terhadap faktor resiko tersebut.
  • Mampu mengembangkan program pencegahan seperti menetapkan alat pelindung diri yang diperlukan.
  • Mampu mengembangkan program pemeriksaan kesehatan yang sesuai dengan jenis pekerjaan (“job-related”)
  • Memahami program patient safety.

 

MATERI PELATIHAN

  1. Identifikasi dan evaluasi terhadap faktor yang berpotensi berbahaya bekerja di rumah sakit (faktor fisik, kimia dan biologis)
  2. Kontrol terhadap faktor resiko terhadap keselamatan dan kesehatan kerja, seperti :
  • Faktor Fisik (radiasi, bising, suhu panas, dan sebagainya)
  • Faktor Kimiawi (laboratorium, penggunaan mesin fotocopy, MSDS, Label, dsb)
  • Faktor Ergonomi (menghindarkan terjadinya penyakit otot rangka)
  • Faktor Biologis (kuman, virus, infeksi atau bloodborne pathogen, dan sebagainya)
  • Faktor Psikososial (stress kerja, kerja shhift, dsb)
  • Faktor lainnya, seperti :
  • Bahaya kebakaran.
  • Gas bertekanan tinggi (Compressed Gases)
  • Bahan-bahan yang mudah terbakar (cair, gas)
  • dan penyimpanannya Listrik
  • Faktor bahaya spesifik menurut Bagian/Departement
  • Health and Safety di Laboratorium.
  • Penanganan Limbah medis (infectious/non-infectious dan cair/padat)
  • Pengenalan Alat Pelindung Diri
  • Kontrol terhadap infeksi nosokomial serta patient safety.

3. Peraturan Perundangan yang terkait, pentingnya Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan serta tugas dan fungsinya.


TANGGAL & TEMPAT

  • Tanggal                 : 26 s.d 27 Januari  2011
  • Jam                        : 08.00 – 16.00
  • Tempat                  : Hotel Harris – Tebet, Jakarta  Selatan

 

BIAYA PELATIHAN

  • Rp 3.000.000,- (Tiga Juta Rupiah).
  • Biaya diatas sudah termasuk handout, training kit, lunch,  2X coffee break dan sertifikat.
  • Tidak termasuk akomodasi, penginapan dan pajak – pajak

 

 

 

Formulir Permintaan Proposal In-House Training
  1. (required)
  2. (valid email required)
  3. Keterangan Perusahaan
  4. (required)
  5. (required)
  6. (required)
  7. Penanggung Jawab Training di Perusahaan
  8. (required)
  9. (required)
  10. (valid email required)
  11. (valid email required)
  12. (required)
  13. (required)
  14. (required)
  15. Kebutuhan Ringkas Tentang In House Training:
  16. (required)
  17. (required)
  18. (required)
  19. (required)
  20. (required)
  21. (required)
  22. (required)
  23. Apakah Anda ingin proposal pembanding untuk topik ini?
  24. Kami berhak mengabaikan permintaan proposal In-house Training bila data yang dikirimkan tidak lengkap / akurat.
  25. Pencantuman No. handphone sangat mempermudah kami menghubungi Anda.
  26. Pemakaian alamat email gratisan tidak kami sarankan
  27. Bila Anda kesulitan mengirim data Anda melalui formulir ini, silakan menghubungi kami di: 081382666322 atau 021-80280282 atau 021-8-555-222-0
 

cforms contact form by delicious:days

Leave a Comment

Copyright by Kreasi Training 2009
online counter
TopOfBlogs